Kamis, 28 Agustus 2008

SEBUAH ANGAN

Saat jerit tangisnya membahana

Saat jerit pintanya memecahkan surga

Saat itu pula senyumnya mampu sejukkan jiwa


Kecil, ...... mungil, ......

Orang bilang seperti percil


Besar berkelekar

Seperti gunung

Seperti singa yang meraung


Angannya begitu mulia

Mengubah dunia selongsong raga

Demi peradaban dengan segala harapan

Demi sebuah angan yang tertanam sangat dalam


Detak setiap detik selalu berlalu

Tinggalkan semua kenangan dalam kalbu

(buah karya: muhammad purnomo)

2 komentar:

tamndesopol mengatakan...

Ustadzzzzzzzzzzzz.....
kok sok puitis banget sehhhhhhh
N, jangan bias ta..@*765<>;'/][-=]"
oh ya, ada puisi yang judulnya gak pasaran ta?YAng TerAkhIr,itu puisi ustadz ndiRi ta?

tamndesopol mengatakan...

wadoh doh.....kok getoh??.;,'/.;[]\'?>;"/